Naskah drama:
Putu Satria Kusuma
Satu:
Seekor anjing meraung. Melangkah terseok-seok, dan menghilang dalam gelap.
Tantri melangkah gundah.
TANTRI :
Dengan apa kupanggil terang
manakala hati manusia menggelap
Sekelompok orang bangkit dan melenguh, dan berteriak sahut menyahut:
SAHUTAN SUARA-SUARA:
Dengan apa kupanggil terang
manakala hati manusia menggelap
Mereka memukul-mukul dirinya serta apa saja karena putus asa dan marah. Suara hiruk sampai akhirnya mereka rebah.
Fade out:
TANTRI:
Di bawah langit biru
awan putih mengapung
bukit-bukit dan gunung-gunung
menjulang indah bagai susu perawan diselimuti kabut.
CUCU TANTRI :
Gedung, pabrik, hotel, kantor, gubug seng, gubug bamboo, gubug kardus…
TANTRI:
Di situ, segala pohon buah dan bunga tumbuh subur.
Tiada henti burung-burung menyenandungkan puisi alam
dari sela-sela ranting berambut daun.
Angin pun bertiup lembut seperti desah nafas
sepasang insan berciuman.
CUCU TANTRI :
Udara panas…mereka mengeluh harga-harga..biaya sekolah dan rumah sakit makin mahal..
TANTRI:
Anak-anak mengintip dan melukis dongengnya di tanah.
Sedang di sungai-sungai, air bening mengalir
membawa sabda Dewa, lalu petani menerjemahkannya
menjadi butir-butir padi.
CUCU TANTRI :
Anak-anak terpaksa bekerja..mengemis dan buta huruf..
Remaja dilamun iklan, kehidupan mewah dan serba gampang..
TANTRI:
Di laut, nelayan-nelayan basah air garam
diguncang-guncang ombak,
perahu dan jala penuh ikan.
Kemudian manakala senja memerah,
sapi-sapi dituntun pulang kandang.
CUCU TANTRI :
Mereka memusuhi sesama atas dasar apa..
Atas nama kemulian, kok membunuh..
TANTRI:
Tetapi yang terindah adalah di rumah,
tempat memetik cinta tak terbayar,
karena ibu selalu menyajikan nasi hangat,
ikan bakar sambal pedas
dan tembang kidung penutup malam.
Oh, itulah negriku,
serasa hidup bagai di Sorga, damai sepanjang hari.
CUCU TANTRI:
Inikah negriku
Bopeng,bolong, robekkkk…
Tantri melangkah lambat
menuju Raja, Prabhu Eswaryadala yang menunggunya.
TANTRI:
Tetapi kedamaian seperti burung ,
gemar berkelana, hinggap sesukanya.
Itu terjadi ketika pada suatu kali,
Raja menyabdakan keinginan gilanya.
RAJA:
Raja dengan rakyat tak ada beda.
Raja makan nasi, rakyat makan cacah ubi,
Raja berbusana mewah, rakyat berkain indah.
Raja tinggal di istana batu, rakyat tinggal di rumah bambu.
Seharusnya aku lebih..
TANTRI:
Lalu Raja memanggil ayahku Maha Patih Bandeswara.
“Apa yang paduka inginkan.
Itulah yang patut rakyat pedulikan “.
CUCU TANTRI:
Lalu paduka memanggil bendahara kerajaan !
RAJA:
Lengkapi makan malamku !
TANTRI:
“Menu makanan apakah yang paduka inginkan ? “
Sahut ayahku.
RAJA:
Bibir basah daging mekar perawan gadis pilihan.
CUCU TANTRI :
Raja meminta kekuasaannya diamankan, bendahara menerjemahkan dengan uang..karena uang segalanya…dengan uang semua dilanggengkan..
Fade out:
TANTRI:
Maka setiap malam, Raja pun menikmati bibir merekah,
daging mekar perawan dari gadis pilihan.
Entah berapa ratus gadis dikoyak moyak malam sialan.
Ada yang menikmati itu berkah,
ada yang merasa itu sebagai kezaliman.
Akhirnya habislah gadis-gadis di negriku menerima liur lidah syahwat binatang Raja.
Ayahku pun bersedih,
tak mampu lagi menyuguhkan gadis perawan.
CUCU TANTRI :
Maka setiap proyek kerajaan diperas….seperti memeras susu sapi..
Fade out:
TANTRI:
Jika gadis rakyat jelata sedia ngangkang untuk Raja.
Demi keadilan,
putri pejabat pun harus rela menyenangkan Raja.
Fade out:
TANTRI:
Langkah ini menuntun segumpal daging mungil
yang kurawat bersih dengan air sirih
menuju ranjang emasnya !
RAJA:
Ni Diah Tantri,
engkaukah putri dari Maha Patihku Bandeswarya ?
Tantri mengormat dan berada dalam jangkuan Raja.
TANTRI:
Dia lelaki bertubuh manusia berkepala kelamin.
Raja menariknya dan mengupas kainnya..
Sebelum bugil Tantri menahan lilitan kain terakhir.
TANTRI:
Ijinkan Aku mempersembahkan lebih dari apa yang Paduka inginkan.
Sesuatu yang tak pernah diberikan oleh ratusan gadis yang sudah Paduka bantai di ranjang ini.
RAJA:
Apakah yang lebih indah dari tubuhmu yang menyimpan madu bagi susuku?
Raja bernafsu terus membuka kain Tantri. Bagian pinggang ke bawahnya mulai tersingkap.
TANTRI:
Cerita berangkai…
CUCU TANTRI :
Bukan cerita penghibur
Ini kenyataan yang terkubur…..
Raja mengangguk tapi kembali menarik kain Tantri. Tantri ngangkang, terlihat kelamin (simbolis) Tantri . Kelamin vagina itu perlahan robek,keluar Brahmana Dharmaswami yang diperan oleh raja.
TANTRI:
Dia seorang Brahmana miskin, Bhagawan Dharmaswami.
Tekun melaksanakan brata, teguh memuja Sang Hyang Siwa.
Bhagawan melakukan gerak puja kepada Sang Hyang Siwa.
TANTRI:
Atas baktinya yang suci, Dewata menganugrahinya seekor lembu jantan. Nandaka, namanya.
Tantri mengenakan topeng lembu, menjadi lembu Nandaka.
Bhagawan Dharmaswami memeluk lembu itu.
BHAGAWAN :
Lembu jantan ? Duh Hyang Siwa, mengapa Engkau menganugrahiku lembu jantan ? Aku Brahmana miskin, tak punya sawah ataupun tegalan, di mana kubajakan lembu jantan ini ? Mengapa bukan lembu betina, agar bisa kuperah susunya untuk kujual ke pasar ?
Bhagawan melecut lembu itu. Dan lembu bergerak menarik beban.
NANDAKA:
Bhagawan tak kehilangan akal. Aku dijadikan buruhnya, yang diperas, dihisap tanpa upah yang memadai.
Bhagawan melecut lembu itu lebih keras. Lembu bergerak letih menarik beban.
BHAGAWAN:
Buruh bodoh! Bekerjalah lebih keras !
Angkut kayu-kayu hutan itu ke pasar,
agar emasku bertambah banyak.
Bhawagan menari girang memainkan emas-emas yang diperolehnya.
Sedangkan lembu itu terus bergerak menarik beban.
NANDAKA:
Bhagawan memaksaku bekerja…
Tanpa makan dan istirahat yang memadai..
Aku jadi kurus, sakit dan lemah…ukhh..
Tiba-tiba lembu lemas, jatuh pingsan. Bhagawan terkejut. Dan melecutnya lagi. Tapi lembu itu seperti sudah mati. Bhagawan berusaha menghidupkannya. Tapi gagal.
BHAGAWAN:
Huh ..lembu Nandaka ..Bangunlah. maafkan aku lupa memberimu makan sehari ini. Ayo bangunlah..nanti sepulang dari pasar, aku akan memberimu sekeranjang rumput segar..Hayo..Oh kamu sakit ….Sepertinya kamu akan mati ? Ah, supaya tidak rugi, sebaiknya kamu kupotong dan dagingmu kujual ke pasar.. Tidak, aku seorang Bhagawan tak boleh membunuh lembu, apalagi kamu anugerah Hyang Siwa. Lebih baik kutinggalkan kamu di sini…Terimakasih atas pengabdianmu padaku selama ini !
Lalu Bhagawan meninggalkannya.
Namun Nandaka hanya pura-pura sakit.Ketika Bhagawa pergi, Nandaka bangun, girang. Menari.
NANDAKA:
Huh…andai aku tidak sakit…tentu aku masih menjadi budak Bhagawan yang haus kekayaan ! Duh perutku lapar….sedari kemarin belum makan…Aku ingin makan….!
Nandaka berubah jadi Tantri
TANTRI:
Lembu Nandaka kemudian bergegas pergi, dan tanpa disadari ia memasuki hutan yang luas dan subur. Hutan Malawa. Rerumputan dan ilalang terhampar segar, sedang pohon-pohon menghijau. Di sana, lembu Nandaka melunasi laparnya, makan rumput dan ilalang sepuasnya. Beberapa minggu kemudian, badannya kembali gemuk, kulit berkilat dan ia tampak segar dan kuat. Pada suatu hari, ketika ia sedang makan, sekelompok anjing mengawasinya, dan menyerangnya.
SUARA RIBUT ANJING MENYERANG LEMBU.
TANTRI:
Namun Lembu Nandaka mampu melawan serangan anjing-anjing itu. Mereka semua ditanduk, ditendang hingga terluka dan terpelanting. Anjing-anjing itu ketakutan. Tak menduga mendapat perlawanan. Mereka takut dan lari.
TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA MENGAUM. DAN ANJING MELOLONG.
TANTRI:
Rupanya anjing-anjing itu lari menghadap tuannya, penguasa Hutan Malawa, Sri Singa Adiprabhu. Melihat anjing-anjing itu terluka, Sri Singa penguasa hutan marah, lalu menitahkan anjing Sembada untuk menangkap lembu Nandaka.
SEMUA MENGGONGGONG. MENYERBU.
Tantri berdiri,dari vagina Tantri keluar :
Raja memakai topeng Singa menjadi Raja Hutan Sri Singha Adiprabhu. Diikuti patihnya Anjing yang bernama Sambada serta anjing-anjing lainnya.
SINGA:
Sambada...Tangkap hidup-hidup atau mati !
SAMBADA:
Beres paduka !
Pasukanku anjing gemuk, anjing kurus, aning herder, anjing peking, anjing kacang, anjing korengan, anjing bencong tangkap binatang itu !
Semua anjing menyahut dengan gongongan. Lalu Nandaka pun diserbu oleh pasukan Sambada. Nandaka melawan.
Semua pasukan anjing terjungkal, lari. Demikian juga Sambada. Semua terluka parah, ditanduk Nandaka
Melihat pasukannya kalah,
Singa turun gelanggang berhadapan dengan Nandaka.
Fade out:
Singa membuka topengnya, menjadi Raja. Sedang Nandaka membuka topengnya menjadi Tantri.
RAJA:
Siapa yang menang dalam pertarungan itu , Singa atau Lembu ?
TANTRI:
Mereka tidak jadi bertarung.
Melihat ketangkasan dan ketanggguhan Nandaka, Singa terpesona.
Lalu Singa membujuk Nandaka agar menjadi sahabatnya.
“ Kalau Paduka ingin menjalin persahabatan denganku, Paduka harus mengikuti cara hidupku “
RAJA:
Maksudmu ?
TANTRI:
“ Berhentilah Paduka memakan daging. Makanlah rumput, buah ataupun daun-daunan agar budi paduka berubah. Agar kelak paduka masuk sorga..”
RAJA:
Masuk sorga ? Dikelilingi kehidupan mewah abadi..?
TANTRI :
“Tekun melakukan tapa brata..berhenti memangsa..membunuh,”
kata Nandaka.
Singa mengaum tanda setuju.
SINGA:
Rakyatku para anjing demi menghormati persahabatanku dengan Lembu Nandaka, mulai sekarang berhentilah makan daging, mari kita semua mengikuti cara Lembu Nandaka memakan daun-daunan biar sehatttt !
Sambada dan para anjing menggonggong tanda setuju.
TANTRI:
Sejak itu mereka berjalan bersama-sama dan apa saja yang dimakan Nandaka, Singa mengikutinya. Hal ini membuat Sambada marah.
Fade out:
Anjing Sambada dikelilingi para anjing kesal, marah.
SAMBADA:
Ini persahabat gila. Kita akan dibuat kurus kering, lemah tak bertenaga. Hai, anjing –anjing apa kalian mau makan daun dan buah terus menerus ?
Semua anjing menggongong.
SAMBADA:
Kalian jangan khawatir..aku akan mencari akal untuk menghancurkan persahabatan gila ini!!!
Semua anjing gembira.
Sambada meraung, diikuti para anjing lainnya.
Cucu Tantri bersujud di kaki Lembu dan Singa.
CUCU TANTRI :
Tuan…
Suami saya tak bersenjata
Suami saya tak melakukan kudeta
Suami saya hanya menyuarakan mereka yang tak berani bersuara
Suami saya hanya menyuarakan mereka yang tak berani bersuaraaa..
Tetapi kenapa suami saya dibungkam dengan racun
Dan tuan hanya berjanji, berjanji dan berjanji membongkar
pemilik tangan kebiadaban ini…!
Tiba-tiba Cucu Tantri ditangkap. Ia melawan.Melawan.Terjatuh.
CUCU TANTRI:
Apa ini…Oh…Munirrr..saya sudah berusaha..
Munirrr , saya sudah berusaha…Munirrrr….!
Cucu Tantri terseret keluar panggung
Fade out:
Sambada sedang meringis, sulit buang air besar.
ANJING 1:
Bagaimana Komandan ?
SAMBADA:
Aduhhh…
ANJING1:
Kenapa?
SEMBADA:
Aduhhhh !!!
ANJING 2:
Kenapa ?
SEMBADA:
Lihat apa yang nyangkut ni…
Semua anjing melihat pantat Sembada.
ANJING 2:
Ooo..kesumbat plastic…
Sembada nungging.Para anjing menarik plastic itu.
SEMBADA:
Brengsek..hutan sudah tercemar plastic..mataku makin tua makin bonar, tidak bisa membedakan rumput dengan plastic…!
ANJING 1:
Apakah komandan sudah berhasil mengadu domba mereka ??
SAMBADA:
Belum juga !
ANJING 1:
Ah..komandan..
ANJING 2:
Berapa cerita lagi yang akan Komandan keluarkan,
agar Prabhu Singa dan lembu Nandaka bertarung ??
SAMBADA:
Sabar..sabar..
ANJING 1:
Kami sudah tidak sabar lagi,
kami sudah bosan hidup seperti sekarang ini.
Bangsa anjing hutan bisa punah kalau terus menerus makan daun dan buah.
Kami harus makan daging, seperti dulu, kami harus makan daging lagi supaya kami punya tenaga, menjadi anjing hutan yang tangguh!!
ANJING 2:
Gara-gara makan rumput dan daun..saya menderita lahir batin..istri dan pacar-pacar menjauh !
AJING 3:
Apa hubungannya ?
ANJING 2:
Dasar anjing bencong..mana mengalami masalah ini !
Lihat ni…anuku..lunglai..gara-gara tidak makan daging !
ANJING 3:
Hi..hi..anu apa pisang rebus ?
ANJING1:
Ya daging membuat kita bertenaga !!
Sambada berhenti setubuh. Lalu kencing. Semua anjing mencium kencingnya.
SAMBADA:
Diamm!
Jangan kamu kira hanya kamu saja,aku juga muak hidup macam ini. Aku pun sudah rindu makan daging, hingga terbawa-bawa dalam mimpi. Tapi kita harus sabar. Kalau tidak kita akan hancur.
Para anjing menangis sedih. menyanyikan protes:
NYANYIANNYA:
Dengarlah tuan, raja singa yang budiman
Disini kami kelaparan
Peraturan tuan amat sangat tak masuk akal.
Daging kok diganti rerumputan..
Lapar..ooo..lapar..ooo..lapar…ooooo
Kalau terus begini
Tuan kukuh aturan
Kami pasti kelaparan
Negeri gonjang-ganjing tak karuan…
Andai tuan mau mendengar
Mendengar dan mendengarkan
Kami semua akan senang
Jadi anjing jadi dermawan
Anjing taat aturannnn
Ooo, lapar,ooo,laparrr
singa mengaum. semua anjing mengkerut, takut. singa sakit perut.
SINGA:
Sembada..sakit perutku kenapa tak sembuh-sembuh..!
SEMBADA:
Inilah akibatnya..tuan menurut Lembu Nandaka..
SINGA:
Maksudmu ?
SEMBADA:
Kita binatang carnivore..perut tidak cocok makan rumput dan buah..
Makanya perut sakit..kalau begini terus tuan bisa mati…
Semua anjing setuju.
SINGA:
Ah..kamu sok tahu !!
Aduhhhh…..!
anjing 2 mengambil kloset. singa berak. tainya direbut anjing-anjing. singa marah.
SINGA:
Hei..!
ANJING:
Masih hangat…
ANJING 2:
Bagi-bagi yang rata…biar adil….
ANJING 3:
Adil ? Keadilan sosial makan T-a-i..
SINGA:
Ka..kalian makan apa..jangan..jangan katakan kalian sedang makannnn..
SEMBADA:
T-a- i paduka..Memang ini T-A-i paduka..
ANJING:
Enak, gila…
SEMBADA:
Tuan mau mencicipi…( TERTAWA KECIL)
SINGA:
Bikin malu…bikin jatuh nama bangsa…!
Sembada… hentikan mereka makan T-a-i…
SEMBADA:
Kenapa tuan ?
SINGA:
Aku melarang !
SEMBADA:
Tuan Prabhu Singa…
Makan daging dilarang, makan t-a-I juga dilarang !
Bisa dituduh melanggar hak Asasi Anjing, Tuan bisa diadili di pengadilan internasional bangsa hutan-hutan…
SINGA:
Aku tak peduli…!
Kita bangsa binatang yang beradab… Di dalam sastra ada disebutkan makanan adalah penyebab pikiran dan tindakan…kalau kalian makan dari hasil mencuri dan korupsi maka tindakan pasti terpengaruh menjadi pencuri..Dan kalau yang dimakan adalah T-a-i..maka tindakan dan pikiran kalian akan sekelas T-a-i…Aku tak mau bangsa ini menjadi bangsa T-A-i..
Jadi aku melarang kalian makan T-A-I…! Jadikan laranganku ini undang-undang dan catat dalam lembaran Negara !
SEMBADA:
Hai para anjing hutan Malawa…
Raja Adiprabhu Singa melarang kalian makan T-A-i…
Anjing-anjing bengong, sedih pergi. mengeluh. sedih. Singa pergi. datang Nandaka.
SEMBADA:
Tuan Nandaka..Tuan tentu sedang menyantap daun dan rumput-rumput ? Silahkan tuan..bila perlu habiskanlah semua rumput di hutan ini..atau kalau mau, makan juga hutan-hutan di Kalimantan, Sulawesi, Papua..makan semua semuanya..Tidak akan ada yang berani protes..sebab tuan bersahabat dengan paduka raja Singa…! Nah..sambil makan rumput, ilalang dan daun-daun… dengarlah cerita ini…
Ini cerita si Asada, seekor binatang rayap gemuk yang hidup di balik kain raja kepada si Candila, seekor binatang rayap kurus yang hidupnya di lubang-lubang tempat tidur. Cerita burung bangau…
Sembada menjadi bangau.
Seekor bangau terbang. Hinggap di pinggir telaga. Memutar genta merapal mantra.
Seekor bangau terbang. Hinggap di pinggir telaga. Memutar genta merapal mantra.
BANGAU:
Saya Baka..saya bukan burung bangau yang kalian kira.. …saya kini menjadi pendeta..sudah melakukan dwijati..! Saya sudah lama bersumpah tidak akan memangsa mahluk hidup, sebab memangsa sesama ciptaan Tuhan adalah perbuatan dosa. Karena saya sudah jadi pendeta..panggilah saya Ide Pedande Baka.
Setiap hari kegiatan Ide hanya membaca mantra, mendoakan semesta dan isinya agar damai sejahtera..!
Bangau merapal mantra, sambil memutar genta. Ikan-ikan terpana.
BANGAU:
Hei ikan-ikan sekalian, saudaraku yang hidup di air..apakah kalian
sudah sembahyang ? Belum ? Saudaraku…jangan sampai kalian sembahyang hanya karena meminta sesuatu pada Tuhan..Jangan sampai sembahyang karena disorot tv, biar dikira orang beragama…sembahyang itu tindakan spiritual yang tak boleh dilewatkan. Melalui sembahyang kalian akan memahami kehidupan, dari mana dan mau kemana nanti kalian..melalui sembahyang kalian akan mensukuri kehidupan ini sebagai berkah dan anugerah Tuhan yang paling mulia…Ide juga maklum..kalian semua adalah ikan-ikan yang tidak berpendidikan..mana tahu cara sembahyang..jadi sekarang mari yang belum sembahyang..ikuti Ide .!
Sucikan tangan sebelum sembahyang…(baca mantra)
Sucikan nafas dan fikiran..(baca mantra)
Cakupkan tangan…Puja kehadapan Tuhan mulai…
Ikan –ikan terpana lalu mengikuti gerakan bangau sembahyang . Usai sembahyang..Hp. berdering. Bangau mengambil HP.
BANGAU:
Inggih…Ide pasti datang..siapkan dulu semua upakaranya..dan bale pewedaan..Sesari ? Terserah kalian..Ida pandita tidak memikirkan keduniawian..ada sesari ya, tidak ada ,tidak apa…!
Biasanya..apel manalagi satu rupiah..kalau apel wasington seratus dolar…nah sesarinya boleh pakai rupiah atau dolar…Jemputan ? Ide tidak perlu dijemput..Ide bisa terbang !
Naruh HP
BANGAU:
Saudaruku para ikan..Maaf seribu maaf , ide mohon diri..Ide akan memimpin upacara di tempat lainnya. Maklum..Ide sibuk, sebab dari jenis binatang hanya baru Ide yang lulus sebagai pinandita..jadi setiap hari Ide diundang kesana kemari untuk memimpin dan menyelesaikan upacara…!
Sampai jumpa saudaraku !
Bangau terbang. Kemudian bangau datang lagi. Menangis keras. Semua ikan-ikan sedih.
BANGAU:
Wahai saudaraku..para ikan..Ide menangis, karena memikirkan bahaya yang akan menimpa kalaian…dalam waktu dekat ini. Tadi secara tidak sengaja, Ide mendengar percakapan manusia-manusia biadab penangkap ikan. Mereka merencanakan menangkap ikan di sini. Mereka akan mengajak saudara dan keluarganya sekalian tamsya disini, sambil menangkap ikan, dan memanggang kalian semua hidup-hidup. Itu sebabnya Ide sedih..huuuuu..hu..huhuuuuuu..
Semua ikan terkejut.
BANGAU:
Di balik gunung itu ada telaga jernih milik Ida Sang Hyang Rudra..jika kalian mau Ide akan menyelamatkan kalian, kalian akan kupindahkan ke telaga suci itu..manusia tak bisa kesana takut dikutuk deawata !
Ide bersumpah..jika Ide menghianati kalian, biarlah tujuh turunan Ide diterpanggang api neraka !
HP berdering.
BANGAU:
Apa ? Maaf..Ide sibuk..cari Pedande lainnya…Ide sedang melakukan pertolongan kebinatangan…!
Naruh HP.
BANGAU:
Bagaimana ? Kalian mau..hanya ikan gila yang menolak kuselamatkan !
Ya..kalian akan kubawa satu-satu…!
Ikan-ikan itu pun kubawa satu-satu, kupindahkan ke telaga suci itu. Akhirnya semua ikan habis. Tinggal telor-telor ikan dan kepiting. Aku kasihan pada kepiting tua itu. “ Kepiting tua ini besar, tentu dagingnya lezat, dan paruhku cukup kuat untuk menghancurkan kulitnya yang keras itu”. Maka kuselamatkan juga kepiting itu. Kuterbangkan. Namun tiba-tiba, kepiting itu mencekik leherku dengan japitnya yang kuat. Kepiting itu marah. Mengancam membunuhku.
“ Kau bangau keparat ! Kau pedande palsu. Kau katakan menyelamatkan, tapi kenyataannya kau makan ikan-ikan itu ! Kulihat tadi tulang kerangka ikan-ikan saudaraku berserakan di atas batu. Kau ternyata , bukan menyelamatkan tapi memakannya ! Ngaku !!!
“ Ya..ya.. aku memakan semua ikan-ikan itu..”
“Sekarang ..Kembalikan aku ke telaga, atau kuputuskan lehermu !”
“Ampunnn…Aku takut….!”
Akupun kembali terbang ke telaga.
Seandainya aku tidak loba, tidak rakus…tentu leherku tak putus !
Eekk..Kepiting itu memutuskan leherku…
Kepiting yang diperankan oleh Cucu Tantri mencekik Bangau mati
CUCU TANTRI
Tuan membujuk merayu disaat kampanye..tuan janjikan menyelamatkan kami dari kemiskinan dan membawa keadilan…tapi ternyata ini hanya permainan kata..dan salah saudaraku memilih karena sihir kata, sihir uang dan sihir sembako..!
Tuan adalah bangau Baka, pedande palsu, dan para kepiting akan meruntuhkan tuan !
Hayo para kepiting kita cekik pedande palsu ini..kita cekik penyelamat palsu ini..!
Cucu Tantri out sambil terus menggerakan gerakan kepiting. Sembada menghadap Singa.
SEMBADA:
Paduka Prabhu Singa…maafkan, saya baru menghadap paduka…hal ini disebakan Lembu Nandaka menahan-nahan saya untuk mendengar ceritanya. Melalui cerita itu, paduka dijelek-jelekan, paduka Singa dikatakan jahat sebagaimana cerita itu…
Tuan Prabhu singa berkenan mendengar cerita yang menjelek-jelekan paduka ?
SINGA:
Aummmmm…..!
SEMBADA:
Ini cerita tentang seorang pendeta menolong singa.
Sembada menjadi pendeta.
Pada suatu kali, sang pendeta keluar dari pertapaannya. Dalam perjalanan beliau melihat seekor singa tewas, terkena panah beracun. Sang pendeta kasihan melihat singa itu.
“ Duh Hyang Widhi..siapa yang membunuh ciptaanmu ini. Sungguh kejam pelakuknya. Hamba kasihan padanya. Ijinkanlah hamba menghidupkannya dengan mantra yang engkau anugrahkan pada hamba dalam masa pertapaan. Ijinkanlah singa ini mendapat kesempatan hidup kedua kalinya, agar dapat memperbaiki budi pekertinya”.
Lalu pendeta itu pun merapalkan beberapa bait mantra gaib, dan meniupkan angin ke kuping singa. Sesaat kemudian keajaiban terjadi. Singa yang tewas itu bergerak perlahan. Mula-mula kepalanya, lalu empat kakinya. Singa oleng sedikit karena lapar. Tapi kemudian mengaum. Sang pendeta senang.
“ Hei singa…aku telah menghidupkanmu dari kematian. Aku tak meminta apa-apa, selain mengharapkan agar kesempatan hidupmu ini kamu gunakan untuk berbuat kebaikan.”
“ Aummmmm…!”
Mendengar itu, singa itu bukannya mengucapkan terimakasih. Tetapi malah menerkam sang pendeta dan memakannya hidup-hidup. Dalam sekejap sang pendeta tinggal tulang diselimuti debu…
SINGA:
Aummmm..
Sembada kembali menjadi anjing
SEMBADA:
Melalui cerita itu, lembu nandaka menghasut agar hamba dan anjing-anjing lain menjauhin paduka..karena katanya paduka jahat seperti singa itu..!
SINGA:
Aummm! (MARAH)
SEMBADA:
Ampun tuan…
SEMBADA LARI. Menghadap Lembu.
SEMBADA:
Tuan lembu Nandaka..maafkan saya lari terbirit-birit…saya hanya ingin menyampaikan kabar agar tuan hati-hati..sebab prabhu singa telah mulai membuat siasat untuk menghancurkan tuan…
NANDAKA:
Hmmmm…..hmmmm..Badanku kuat..mudah dihancurkan…
SEMBADA:
Tuan lembu nandaka jangan sombong dulu..biarpun badan tuan besar, gempal dan kuat dan tanduk tuan tajam..tetapi semuanya pasti akan kalah oleh taktik…sebagaimana cerita Gajah Tewas dikerok…!
DI PENONTON, SEEKOR ANJING BERCERITA:
ANJING:
Pada suatu kali, kedamaian dan keasrian hutan tiba-tiba porak poranda karena ulah seekor gajah yang sombong…Dengan kekuatan belalainya ia mencabuti pohon-pohon, sedangkan dengan taringnya ia tanduk binatang yang mencoba mencegah. Semua binatang lari ketakutan.
“ Aku gajah, aku binatang kuat. Dengan belalaiku aku sanggup menghancurkan hutan ini. Lihatlah iniiii!!! Hiyattttt…!”
Maka dalam sekejap, hutan yang indah lestari itu koyak moyak bagai dihantam tsunami…..!
Bersamaan dengan porak porandanya hutan itu, berjatuhan juga sarang burung yang berisi telur-telur dan anak burung. Kaki gajah yang besar menginjaknya sehingga telur dan burung itu mati mengenaskan …! Melihat itu induk burung menangis…
“ Aduh..telur-telurku pecahhhhh..anak-anakku mati..apa dosaku mengalami kebiadaban ini…uhhhhh…uhhhh…”
Induk terus menangis, memilukan hati. Kemudian dating si burung jantan, membujuknya..
“ Istriku…jangan terus kau menangis…aku akan membalas semua ini !
Gajah sombong itu harus mati. Bila tidak aku lebih baik mati, menyusul anak-anak kita..!”
“ Ya bli bagus…balaslah perbuatan biadab ini..demi anak-anak kita…!
Kalau gagal..biarlah tyang juga ikut mati bersama bli..tak ada gunanya hidup daalm kesedihan..!”
Tetapi si burung jantan, yang adalah burung suing tidak tahu bagaimana caranya membunuh gajah. Ia pun sedih, menangis. Disaat itu, datanglah para sahabatnya, burung belibis, burung gagak,burung belatuk, katak dan si lalat alias buyung…
Mereka kemudian berikrar untuk membalas dendam pada gajah.
“ ya..kita semua harus membinasakan si gajah..jika tidak kehidupan tidak tentram..karena terus dirusak oleh gajah kepara itu !!!!” demikian kata si burung gagak.
Lalu mereka pun mulai menyerang si gajah.
Caranya ? Mula-mula burung belibis mengelus-elus si gajah, memujinya sehingga gajah terlena dan tertidur…lalu datang burung gagak melakukan serangan tiba-tiba dengan mematuk mata gajah itu sehingga gajah jadi buta. “ Aduhhhh…aku butaaaaaa “
Lalu burung belatuk mematuk-matuk belali gajah sehingga terluka, dan si lalat bertelor pada luka itu sehingga boroknya makin dalam dan besar. Gajah tersiksa.
“ Aduhhhhh…tolonggg…sakitttttt!” teriak gajah yang bingung dan buta.
Kemudian si katak bersuara di tepi jurang. Mendengar suara itu, gajah yang buta itu tertipu mengira, asal suara dari kolam air dimana biasanya katak bermukim. Gajah itu pun melangkah kea rah suara katak itu. Dan terjatuhlah ia ke dalam jurang yang curammm…
” Akhhhhhh…!”
Gajah mati hancur ditepi jurang berbatu tajam.
SEMBADA:
Begitulah akibatnya kalau mengandalkan otot. Kalau dikeroyok pasti mati !
Jadi sebaiknya tuan lembu nandaka pergi dari hutan malawa..agar tuan selamat…!
NANDAKA:
Hmmmm..hmmmmm…!
FADE OUT:
NANDAKA:
Aku tidak takut mati..kalau pun mati biarlah aku mati di sini di hutan Malawa yang telah berjasa padaku..memberiku makan dan peneduhan..!
Seperti cerita cara tiga ekor ikan bersaudara menghadapi bahaya…..!
SEMBADA:
Auuuu…BagaimanA cerita itu ?
DI PENONTON:
NANDAKA / SEEORANG:
Telaga itu sangat indah, ditumbuhi aneka bunga berwarna. Penghuni telaga adalah tiga ekor ikan gabus bersaudara. Yang paling tua bernama …
PENONTON:
Ngelah adan bene ? ( punya nama ikannnya ?)
SEORANG:
Punya..bagus lagi..namanya Si Nangga Widuta..yang kedua bernama Pradyumenantaka, dan yang ketiga bernama Si Bawisiati..Ketiga ikan bersaudarac itu hidup akur dan damai. Namun kedamaian itu terusik manakala dating musim kemaru panjang….yang mengakibatkan maat air mati, dan air kolam menyurut setiap waktu. Ketiga ikan itu cemas.
“ Adik-adikku..kemarau sangat hebat..bli yakin air kolam akan surut ..jika surut pastilah orang-orang kemari menangkap kita untuk dimakan..! Kita harus menyelamatkan diri,” kata ikan yang tertua. Bli akan mendahului pergi mengikuti jalannya air agar segera tiba di laut, sehingga tidak ada masalah..! “
Ikan kedua menjawab..” Tunggu dulu bli..saya tidak yakin air telag akan terus surut..dilihat dari waktu dan tanda-tanda mungkin besok akan turun hujan. Lagipula janganlah sekarang, sebab belum terancam sekali.nanti jkalau bahaya dating baru kita pikirkan cara mengatasinya !” komentar ikan kedua.
Ikan ketiga menyahut,” bli …apapun yang terjadi disini..saya tidak akan pergi dari kola mini.Di sini saya dilahirkan dan dibesarkan, disini saya akan bertahannnnn. Saya berdosa pada leluhur jika pergi dari sini…! Disini saya menikmati kesenangan, disini juga saya mati, ngga apa,iklas…nerimo….! Hidup mati adalah takdir sang karma…”
Begitulah cara ketiga ekor ikan bersaudara itu dalam menghadapi bahaya. Akhirnya…kemaru itu benar-benar menyurutkan telaga itu.
Ikan yang tertua telah pergi mencari air yang lebih besar..sehingga selamat, sedangkan ikan kedua dan ketiga ditangkap oleh sejumlah nelayan. Ikan kedua pura-pura mati ..
“ Mih..ini ikannya sudah mati…masukan ke dungki saja…!” kata nelayan.
Lalu memasukan ikan kedua yang pura-pura mati itu ke dungki, sedangkan ikan ketiga melawan- berontak sehingga langsung dibunuh.
Kemudian, ketika nelayan itu ke sungai untuk mencuci ikan. Ikan kedua melihat itu kesempatan untuk menyelamatkan diri, maka diapun lantas melompat ke sungai, menyelinap hilang di kedalamn air..!
NANDAKA:
Begitulah cara ketiga ekor ikan menghadapi bahaya..dan aku akan bersikap seperti ikan ketiga, aku tak akan pergi dari hutan ini, meskipun jiwaku,hidupku terancam kematiann..!
Hmmmm…!
NANDAKA PERGI.
SEMBADA:
Huh..aku tidak boleh putus asa..aku harus berhasil menghancurkan persahabatan singa dan lembu nandaka !!
FADE OUT:
DI PENONTON:
SEMABADA/ anjing lain:
Sang Ari Dharma namaku…aku mendapat anugerah kesaktian dari Ida Sang Anantaboga. Kesaktian yang dianugrahkan padaku adalah kesaktian untuk memahami bahasa binatang. Namun Ida berpesan, agar aku merahasiakan kesaktianku ini, dan merahasiakan percakapan para binatang, jika melanggar nyawaku tercabut. Mati.
Suatu kali, ketika sang Ari Dharma sedang bercintaan dengan istrinya Dyah Prameswari, ada sepasang cicak sedang berbiacara. Mendengar suara cicak itu , Ari Dharma yang paham bahasa segala binatang spontan tertawa karena lucu. Melihat suaminya tertawa, Dyah Prameswari penasaran dan bertanya sebab musabab suaminya tertawa-tawa. Tetapi Ari Dharma yang teringat pesan Ida Ananta Bhoga menolak memberitahunya.
“ kakanda..rupa-rupanya kakanda menyimpan rahasia dalam kebahagian rumahtangga kita,” kata Dyah Prameswari. “ Tyang sakit hati dan cemburu. Kalau terus kakanda tidak mau mengatakan apa yang menyebabkan kakanda tertawa-tawa lebih baik, tyang mati menceburkan diri ke dalam api !”
Begitulah…istriku akhirnya menceburkan diri ke dalam api..Aku sedih bukan kepalang..aku mencintainya…apa gunanya hidup sendirian. Aku harus setia, dan mati bersamanya. Lalu aku pun memutuskan mati bersama istriku..dan hendak melompat ke dalam api. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara kambing…
Prabhu Ari Dharma menahan langkahnya ..dihadapan api menjilat-jilat, ia mendengar pertengkaran dua kamibing jantan dan betina. Si kambing betina, marah dan mengancam akan bunuh diri ke dalam api apabila suaminya si kambing jantan tak mau menuruti permintaannya. Tapi si suami kambing jantan, bukannya iba tapi balik marah…
“ Ih kamu kambing betina..kalau kamu ingin bunuh diri gara-gara aku tidak mau menuriti permintaan konyolmu..silahkan pleaseeee..tapi jangan harap aku bertindak bodoh seperti Prabhu Ari Dharma..yang memutuskan bunuh diri demi kesetian pada istri yang tindakannya bodoh..!
Kamu tahu..kalau prabhu ari dharama mati karena emncelupkan diri ke dalam api, hanya gara-gaar menuruti cintanya pada istri, bagaimana kata dunia akhirat, bagaimana nasib rakyat dan kerajaan yang dibangun oleh leluhurnya ??? “ kata kambing jantan..
Mendengar suara kambing jantan itu aku Prabhu Ari Dharma terkejut. Aku tersadar. Ya,aku tidak boelh bersikap bodoh. Aku raja,aku manusia, hidup sebagai manusia tidak boleh kusia-siakan. Kalau aku mati, bagaimana rakyatku, bagaimana nasib kerajaan yang dibangun susah payah oleh leluhurku ??
Akhirnya Prabhu Ari Dharma membatalkan keputusannya. Ia tidak jadi bunuh diri. Keputusan itu membuat rakyat senang.
Sembada memeluk kaki Singa.
SEMBADA:
Begitulah paduka Singa..demi keselamatn rakyat paduka..keselamatan kerajaan hutan malawa..hayo putuskannlah keputusan paduka bersahabat dengan lembu nandaka yang licik itu…Bukankah Prabhu Ari darma mau membatalkan keputusannya menceburkan diri kea pi demi keselamatan rakyatnya, mengapa paduka Singa ragu-ragu membatalkan keputusan paduka bersahabat dengan lembu nandaka ?
Melintas iring-iringan anjing mengusung mayat anjing.
SEMBADA:
Lihatlah..rakyat paduka para anjing mati begitu cepat karena kelaparan.
Mereka sakit karena makan daun-daunan…!
Keluarga anjing yang mati ,menangisi mayat anjing itu.
SEMBADAl
Duh..prabhu..sadarlah..sadarlah…camkanlah cerita Sang Ari Dharma tadi yang disadarkan oleh percakapan si kambing…Paduka yang bijaksana…berhentilah menuruti nasehat Lembu nandaka..Lembu nandaka memakai topeng ajaran dharma untuk membunuh paduka..sehingga nantinya paduka lemah dan mati ,lalu kekuasaan hutan malawa jatuh padanya. Ini kudeta merayap. Sadarlah…!!!
SEMUA ANJING MENGGONGGONG. SEMBADA MENGAMBIL BENDERA PERANG, MENGIBARKANNYA.
SEMBADA:
Hayo sekarang bangkit..saatnya menyerang lembu nandaka…kami semua prajurit paduka siapppp bela pati demi paduka dan kewibawaan kerajaan hutan malawa !!!
Hai pasukanku ..anjing kurus,anjing gemuk, anjing herder,anjing golden, anjing peking, anjing korengan, dan anjing bencong serbu lembu nandaka..Hayo paduka mengaumlah.. sekuatnya beri semangat pertempuran ini !!
SINGA:
Mmmmm…aummmmmmmmmmm!!!! Hrrrr………!!!
SEMBADA:
Maju tak gentar..
membela singa yang benar..
Maju tak gentar ,pasti kita menang…
SINGA:
Aummmmmmm..!
Dua buntalan bertopeng singa dan lembu yang tergantung di atas panggung jatuh. Pihak Singa dan lembu mengambilnya. Memainkannya seakan bertarung. Suara hiruk. Perang tarung. Pohon jatuh. Burung terbang panic. Telur pecah, karena singa dan lembu bertarung sengit. Anjing-anjing melolong. Sembada mengibarkan bendera.
TANTRI:
Meskipun selama berbulan-bulan Singa Adiprabhu hanya memakan rumput, daun dan buah tetapi ia masih perkasa. Aumannya masih sanggup membuat semua penghuni hutan menggigil ketakutan. Diiringi anjing Sembada dan para prajurit anjing lainnya, raja hutan itu mendatangi Lembu Nandaka. Dihadapan Nandaka, Singa Adiprabhu menyeringai, tarinya tajam dank eras berkilat diterpa sinar matahari. Melihat itu, Nandaka pun langsung siaga menyiapkan tanduknya dengan mata membelalak awas. Sesaat Singa dan Lembu itu saling mengintai dikurung anjing-anjing yang terus menggonggong. Lalu terjadilah pertarungan sengit. Singa menerjang Lembu. Dan bersamaan itu Lembu menghujamkan tanduknya. Gigitan singa tepat bersarang di leher lembu, sedangkan tanduk lembu tepat bersarang di dada singa. Anjing-anjing bersorak riuh. Burung-burung menjerit karena telur-telur di sarangnya berjatuhan bersama tumbangnya pohon-pohon yang terdorong hebat oleh hebatnya pertarungan singa dan lembu nandaka. Darah mengucur deras dari masing-masing petarung. Luka menganga. Usus terurai. Wajah singa tersiram darah lembu. Wajah lembu pun basah darah singa. Taring singa meneteskan darah. Tanduk lembu pun menteskan darah. Meski di ujung maut, mereka tak mau menyerah kalah. Tapi…. kematian lebih kuat dari harapan. Mereka ambruk, sama-sama mati. Melihat itu Sembada dan anjing-anjing lainnya , bukannya bersedih, tapi bersorak gembira. Sebab impiannya untuk menghancurkan persahabatan Singa dengan Lembu tercapai.
Dua pemegang buntalan bertopeng singa dan lembu ambruk. Mati.
SEMBADA:
Auuuuu….
SEMUA ANJING:
Auuuuuuuuuuu..gong,gong,gong..gong…!
TANTRI:
Kemudian tanpa menunggu komando dari Sembada sebagai pimpinan, ratusan anjing itu menerkam bangkai singa dan lembu. Dicabik-cabiknya daging binatang yang dulu dihormati itu, lalu disantapnya. Begitulah anjing-anjing itu berpesta.
Semua anjing memakan buntalan bertopeng singa dan lembu itu.
SEMBADA:
Ayo makan sepuasnya…habiskan daging-daging adiprabhu Ainga dan lembu nandaka ini…bila perlu makan juga tulangnya, agar tak ada sisa, agar mereka tidak bisa hidup lagi…bahaya kalau sampai hidup..ayo makan sepuasnya…makan, makannnnnn….!
SEMUA ANJING:
Auuuuuuuu…gong,hehhhh..hehhhhhnggg…auuuuuuu!
Semua anjing berlari out stage
TANTRI:
Biarpun lapar para anjing itu sudah terlunasi, tetapi nafsu anjing-anjing itu untuk makan tak pernah henti, mereka terus makan. Dan mereka …baru selesai makan manakala mereka mati mendadak karena kekenyangan ! Anjing Sembada dan anjing-anjing lainnya tewas kekenyangan !
Sesudah mati..
Lembu Nandaka melangkah gontai memasuki sorga..disambut para bidadari..
Sri Adiprabhu Singa Candapinggala juga masuk sorga…ditaburi bunga dan sanjungan dewata…
Sedangkan sembada dan anjing-anjing itu terjerembab ke dalam siksa neraka..
RAJA:
Kenapa Singa Candapinggala masuk sorga?
TANTRI:
Penguasa sorga menilai..sri singa adiprabhu dalam masa hidupnya telah berjuang keras berbuat kebajikan dan melawan kodratnya memangsa-mangsa, memakan mahluk hidup, atau menyakitinya..
SEJUMLAH PEREMPUAN- SELIR RAJA MENGINTIP. MARAH.
RAJA:
Tantri kamu perempuan yang luar biasa..
Kecantikan tubuhmu telah memamdamkan api nafsuku
Sedangkan kepintaran terbalut keindahan telah menerangi jiwa dan pikiranku…
Melalui ceritamu aku disadarkan…
Atas semua ini aku mengaku takluk, jatuh cinta padamu
Aku melamarmu menjadi api utamaku..
Menjadi bagian dari tubuhku selamanya…
Sedangkan perempuan-perempuan lainnya
Yang sempat menggoyang ranjangku
Dan menodai kelaminku…
terserah mereka !
PARA PEREMPUAN SELIR RAJA DAN GADIS –GADIS YANG MENJADI KORBAN NAFSU RAJA GERAM.
HUJAN TURUN.
PEREMPUAN-PEREMPUAN KELUAR. MENANGIS DAN MARAH.
PEREMPUAN-PEREMPUAN :
Ampun paduka kami protes…
Ini tidak adil…
Jika hanya cerita begituan..kami juga bisa…
Kami punya cerita yang lebih baik, lebih bagus dan nyata…
Hei tantri..kamu mau hidup di atas penderitaan kami..
Kami yang telah ternoda..tapi kami dicampakan..
Perawan kami hilang..para perjaka memandang kami hina…
Kami bukan makanan.. yang bisa dicicipi lalu dibuang…
Tantri…kamu tidak bisa seenaknya mengambil peran kami sebagai istrinya..
Para pengarang bisa saja meniadakan jerit hati kami dalam cerita Tantri..tapi kami harus bersuara, harus berani protes..meskipun dalam pentas saja…
Kami protes..tuan harus bertanggungjawabn pada keperawanan kami yang paduka ambil setiap malammmmmmm..!
Jadikan kami istri sah..jadikan kami istri utama…berikan kami tunjangann….!
Kalau cuma cerita kami juga bisa..
Dengar ceritaku ini….
Anak-anakku terpaksa jadi pengemis, pencuri..agar bisa makan dan sekolah..
Anak puteriku malah jadi pelacur..karena gagal masuk pegewai negeri..
Saya jual ganja dan narkoba untuk tambah-tambah ongkos beli beras..
Saya ikut demontrasi pesanan, ikut lempar istana, ikut bakar rumah orang demi bayaran….
Saya penulis sejarah pesanan, demi uang saya tulis sejarah menurut selera penguasa…
Saya pembuat pasal hukum pesanan, demi uang, saya buatkan pasal-pasal hukum untuk melanggengkan kekuasaan paduka…
Saya ahli politik…demi uang..saya carikan jalan agar paduka mampu mengadu domba para penentang paduka…!
Atau cerita ini… tentang seorang Lelaki Biasa Yang Lupa Janji. Dia Lelaki biasa saja, tapi karena sewaktu pemilihan umum dia pintar membuat janji, maka rakyat simpati dan diapun dipilih menjadi presiden. Namun sesudah jadi presiden, rakyat hanya bisa gigit jari karena tak satu pun janji dipenuhinya. Rakyat marah dan demonstrasi menagih janji, tapi pukulan dan tendangan aparat menjawabnya.
Inilah cerita kami..
RAJA:
Diammm…!
Raja mengusir perempuan dan para selir itu.
Para selir berubah jadi para lelaki yang memegang anunya yang keras.
LELAKI- SAHUT MENYAHUT:
Maaf …Paduka raja..mohon petunjuk..Anu…syahwat kami..Liat ini keras…pusing saya dibuatnya…duh..maaf..saya mewakili kaum lelaki rakyat paduka..Kami kena musibah…istri-istri kami sekarang lebih senang bercerita setiap malam daripada melayani anu kami..Ini akibat tuan menjadikan Tantri perempuan utama karena pandai bercerita….Mereka semua ingin menjadi perempuan utama..karena itu mereka meniru Tantri, setiap malam bercerita…Huuu…akibatnya…anu kami tak terjamah, tak dibelai….aduh…Gimana kami tuan..kemana kami saluran harsrat seksual kami jika setiap malam istri kami hanya bercerita dan bercerita..tolong paduka…..!
RAJA:
Huh…ini masalah lubang..cari laki-laki aja
LELAKI:
Bosan..ngga mantap!
RAJA:
Potong saja anu kaliannnn…Prajurit..potong anu mereka !!!
PARA LELAKI TAKUT. LARI.
MUNCUL CUCU TANTRI.
CUCU TANTRI:
Paduka tunggu…
RAJA DAN TANTRI PERGI.
CUCU TANTRI: (teriak)
Nama saya Tantri, Dyah Tantri..Saya keturunan kesekian dari NI Dyah Tantri. Menurut penuturan nenek saya Ni Dyah Tantri, sesudah lembu nandaka dan singa adiprabhu binasa..sebenarnya anjing Sembada tidak ikut tewas. Sembada adalah anjing pintar dan licik. Dia rakus tapi otaknya cemerlang. Kematian para penguasa hutan itu, dimanfaatkannya untuk menduduki kekuasaan, atas nama reformasi,anjing Sembada mengambil kekuasasan, melakukan kudeta merayap. Karena dia anjing, maka kekuasaannya seperti anjing, licik,loba, pemakan segalanya, daging hidup, daging bangkai, hingga sesekali makan tai…Anjing Sembada berkuasa luar biasa, anak buahnya para anjing culik anak-anak kami, sejarah dibengkokan, mereka kencingi hukum, mereka beli pasal-pasal hukum, mereka dagangkan keadilan, mereka curi uang negara…dan karena itu, bangsa kami jadi lemah tak mampu mengimbangi bangsa asing..
Ini cerita Tantri di jaman Kali..cerita tak terbendung manakala anjing Sembada berkuasa…Manakala si bangau Pedande baka dipercaya…
Hayo para kepiting ..japitlah leher si bangau pedande bakaaaa!!!
Fade Out
Dua
MUSIK HIRUK. SEMUA JADI KEPITING, MEMBUKA JAPITNYA MENYERANG BANGAU BERDASI YANG DUDUK DI KURSI EMPUK.
FADEOUT:
MUSIK RIUH.GAMBAR ANJING SEMBADA SEBAGAI PRESIDEN DIANGKAT, DIPASANG. GAMBAR ANJING SEMBADA SEBAGAI PRESIDEN DIPASANG DIMANA-MANA. TERDENGAR MUSIK RESMI.
SEKELOMPOK ANJING BERKELIARAN DI PANGGUNG LALU DUDUK RESMI
ANJING MC:
Yang terhormat para anggota dewan rakyat anjing..yang terhormat para menteri anjing..yang terhormat perwakilan anjing LSM..yang terhormat insan pers anjing..yang terhormnat seniman anjing dan satrawan anjing…
Setiap anjing yang disebut menghormat
Pidato kenegaraan tuanku yang dipertuan mulia sri prabhu presiden anjing Sembada dimulai…para hadirin dewan anjing-anjing dimohon berdiri. Hormat.
SEMUA ANJING ANGGOTA DEWAN ANJING:
Auuuuuuuuu…auuuuuuuu..auuuuuu
SEMBADA BERDASI, DAN ANJING AJUDAN NAIK PANGGUNG.
SEMBADA:
Auuuuuu…..auuuuuu
SEMUA:
Auuuuuuuuuuuuu…auuuuuuuuuu
SEMBADA:
Saudaraku para anjing anggota dewan terhormat..
Dalam kesempatan ini, saya tidak mau pidato panjang-panjang, langsung ke inti masalahnya! Sebagai pengemban amanat rakyat…kita akan melakukan reformasi total, agar kita para anjing senantiasa patuh pada hukum dan lolos dari jeratan hukum…
Saya Sembada, atas nama rakyat dan aspirasi rakyat meminta :
- Bubarkan KPK
- Bubarkan MK
- Ganti pasal-pasal undang-undang dasar Negara kita, terutama yang menyangkut kekuasaan Negara. Jadikan kekuasaan Negara agar dilimpahkan kepada Sembada seumur hidupnya, dan sesudah mati diserahkan kepada anak-anaknya secara aklamsi.
- Para anggota dewan rakyat agar dipilih oleh Sembada selaku penguasa tertinggi…
- Masalah korupsi…agar tertib dan transparan…diputuskan yang boleh korupsi hanyalah saya dan para menteri….yang lainnya harus jujurrrrr…!
- Hakim, polisi,prajurit dan PNS yang jujur agar dihukum penjara…
- Mahasiswa yang sok-sok demonstrasi tembaki saja..
- Pers yang kerjanya ngeritik jangan diberikan iklan layanan, dan cabut izinnya !
- Karena akhir-akhir ini, volume tugasku meningkat, maka perlu hiburan, karena itu saya memerintahkan kepada panglimaku agar setiap malam mempersembahkan anjing betina perawan ke ranjang saya…
- Demikian keputusan saya untuk ditulis dalam lembaran Negara Anjing.
SEMUA ANJING:
Auuuuuu……
SEMBADA:
Hei…kamu…
SEMBADA MENUDING SEEKOR ANJING BETINA, ANJING LSM.
ANJING AJUDAN:
Tuan presiden anjing…mohon jaga kelakukan tuan..tuan sedang melakukan pidato kenegaraan yang diliput oleh seluruh tv Negara-negara sahabat..
SEMBADA:
Anjing itu sangat cantik dan seksi…
ANJING AJUDAN:
Sabar tuan…Itu perwakilan anjing LSM
SEMBADA:
Anjing LSM ? Aku suka…Hei kamu sini !!
ANJING BETINA CANTIK. MENOLEH.
ANJING BETINA CANTIK:
Saya paduka ?
SEMBADA:
Sini !
ANJING BETINA CANTIK ITU DATANG. SEMBADA MEMBUKA CELANA, LALU MENYETUBUHI ANJING BETINA ITU.
ANJING MC/AJUDAN:
Mohon sabar presiden….tuan presiden harus sadar pada aturan…
SEMBADA MARAH:
Auuuu….akulah aturan itu..kalian anjing-anjing bodoh..kalau bukan jasaku , perjuanganku mengadu domba prabhu Singa dengan Lembu nandaka..pastilah kalian seumur hidup makan rumput..aku pahlawan besar..aku pemilik aturan, akulah aturan, benar salah ada pada mulutku….Ohhh..ohhhh…auuuuuu…
ANJING MC:
Segenap anggota dewa anjing dimohon berdiri, insan pers anjing, sastrawan anjing..silahkan…dan menutup mata..
SEMUA ANJING:
Auuuuuuuuuuuuuuu……auuuuuuuuuuuuuu!
LAMPU GELAP, DIRINGI PACU NAFAS ANJING SEMBADA BERSETUBUH.
Fade out:
Datang anjing betina yang diperankan oleh Prabhu Singa. Gerak-geriknya gemulai, menggemaskan.Dia anjing Tantri.
ANJING TANTRI:
Auuu…gonggong..auuuu..
Dengan apa kupanggil gelap,
Manakala hati anjing menggelap..
Namaku Ni Dyah Tantri, seekor anjing betina putri anjing mahapatih anjing Bandeswara..aku adalah anjing keseribusatu yang akan disetubuhi oleh Presiden anjing Sembada di halaman istana..
SEMBADA muncul
SEMBADA:
Kaukah anjing Ni Dyah Tantri putri patihku anjing Bandeswarya ?
ANJING TANTRI:
Benar paduka…
SEMBADA:
Padamkanlah api nafsuku…anjingg Tantri !
ANJING TANTRI:
Sabar paduka..sebelum paduka merobek keperawanku..
Ijinkan aku bercerita..
SEMBADA:
Cerita apa ?
ANJING TANTRI:
Anjing-anjing dibantai karena rabiesss..
SEMBADA:
Ah..tidak perlu cerita, akulah cerita itu ! Nungging !
Sembada menyetubuhi anjing Tantri.
Ketika itu seseorang mengintip membawa penjerat. Lalu bergerak sigap menjerat Presiden anjing Sembada. Anjing Sembada berontak, penjerat tertawa-tawa.
Semua bangkit berteriak putus asa, marah memukul-mukul dirinya dan apa saja yang dilihat. 5 september 2011.Kampoeng Seni Banyoening
Modifikasi Tantri yang luar biasa, boleh tiang share di sosmed?
BalasHapus