Label

Jumat, 07 Oktober 2011

CUPAK TANAH


naskah drama :
Putu Satria Kusuma


Terinspirasi dari kisah rakyat Bali, Cupak.

SATU :

KAKI-KAKI HUJAN MENGHUJAM. JALAN TANAH ITU MULAI BECEK. DARI BERBAGAI ARAH, ORANG BANYAK MELINTAS DAN MEMAYUNGI DIRINYA DENGAN DAUN PISANG. TIBA-TIBA LANGKAH MEREKA BERGEGAS. KADANG BERLARI TANPA ARAH YANG PASTI. TERJADI KEKACAOAN. SALING TUBRUK.
LALU DARI BALIK DAUN-DAUN YANG MEROBEK TERLIHAT LELAKI SANGAR ITU MENGINTIP, MATANYA LICIK. DIA CUPAK. MEREKA BERTERIAK KETAKUTAN. MENGAMUK.
 LALU LARI.

DUA:
GUNDUKAN TANAH MULAI MENGGUNUNG. RINTIHAN PILU MENGALIR DARI MEREKA  YANG MENGANGKUT TANAH DAN MENIMBUNNYA PADA GUNDUKAN TANAH ITU. ADA YANG MEMBAWA SEKEPAL, SEBUNGKUS, SEBAKUL, SEKARUNG. SEMENTARA CUPAK  TIDUR LELAP DI ATAS TANGGA DUA METER. LALU KETIKA TANAH TELAH MENGGUNUNG, MEREKA PUN MEMBANGUNKAN CUPAK. MULA-MULA DENGAN CARA SEREMONIAL. MENGHORMAT BERSAMA. LALU SEORANG PEJABAT  MENGUCAPKAN BASA-BASI.

PEJABAT
Sebelumnya terimalah harapan kami semoga paduka Cupak, sehat lahir batin dalam lindungan alam, lindungan segala Dewa dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Paduka Cupak..Selanjutnya perkenankanlah kami yang bodoh mohon maaf, karena berani mengganggu tidur Paduka. Hal ini kami lakukan, tiada lain dan tiada bukan merupakan cetusan rasa cinta sekaligus tanggungjawab kami…

SEORANG PEMUDA KESAL. SAMBIL MENGUAP IA MEMBISIKI.


PEMUDA:
Nggak usah pidato. ..bangunkan aja..

PEJABAT:
Sehubungan dengan itu kami telah menyiapkan sarapan pagi. Segunung tanah yang enak. Sudilah kiranya….Paduka turun melihat…Tetapi sebelumnya….perkenankan kami berharap semoga Paduka berkenan memakan tanah ini..Perlu juga kami sampaikan, kami rakyat Paduka telah bertekad bulat setiap hari menyediakan tanah sebagai makanan utama Paduka Cupak..

PEMUDA ITU MAKIN KESAL.

PEMUDA:
Aduh makin berpidato. Pidato dimana-mana bikin kesel.
Udah nggak ada gunanya kata-kata. Kata-kata taek macam itu bikin tuli ! Bangunin aja…!

PEJABAT TAK TERPENGARUH. IA MAKIN ASIK BICARA. MALAH MENJILATI TANGGA DEMI TANGGA SAMBIL TERUS BICARA.

PEJABAT:
Kami atas nama rakyat menyatakan kebulatan tekad akan merelakan tanah-tanah kami tuan makan. Apalah sulitnya kami menyerahkan tanah-tanah kami untuk tuan makan…

MELIHAT ITU. SATU DEMI SATU YANG LAINNYA MENGIKUTINYA. MENJILATI TANGGA MENUJU CUPAK TIDUR.

YANG LAIN:
Cari selamat..!

LALU LARI JILATI TANGGA.

YANG LAIN:
Cari selamat!

LALU LARI IKUT JILATI TANGGA.


YANG LAIN :
Cari selamat ah!

JUGA LARI DAN GABUNG JILATI TANGGA. KINI TINGGAL PEMUDA ITU NGOMEL.

PEMUDA:
Basa-basi , semangat cari selamat mesti ditinggalkan. Perubahan mesti dilakukan. Perlawanan harus dilakukan. Jangan menunda hari. Jam ini juga, menit ini bahkan detik ini perubahan harus dilakukan. Pekikan perubahan sekarang juga, maka berubahlah tata krama taek. Berubahlah tata cara kita memandang kekuasaan. Kita rakyat yang memberi kuasa, bukan rakyat yang dikuasai penguasa. Kita yang harus perintah penguasa buat ini,buat itu. Bukan kita yang disuruh-suruh buat ini buat itu! Berhenti kalian menjilat! Kita sudah proklamasikan reformasi ke seluruh dunia. Jadi perubahan harus dilakukan. Bukan perubahan cara dan gaya menjilat pejabat, bukan perubahan gaya cara menjilat Presiden, bukan perubahan gaya dan cara menjilat menteri, gubenur, bupati, camat, lurah, rektor, ketua partai, ketua dpr…

TAPI SAMBIL NGUCAPKAN ITU, PEMUDA ITU  PUN BERGERAK IKUT GABUNG MENJILATI TANGGA. MEREKA REBUTAN MENJILATI TANGGA. TANGGA BERGUNCANG. CUPAK TERJAGA. GERAM. CUPAK MENATAP MARAH. PARA PENJILAT MELIHAT TAKUT. SATU DEMI SATU MENGHORMAT.
CUPAK TURUN TANGGA. LALU KETIKA KAKI CUPAK AKAN MENYENTUH TANAH, PARA PENJILAT MEMBUKA BAJU ATAU SARUNG ATAU APA SAJA YANG LENGKET SEBAGAI PENTUP TUBUHNYA DIBUKA DAN DISUSUN MENYERUPAI KARPET UNTUK JALAN CUPAK.
KEMUDIAN CUPAK PUN MELINTASI KARPET BAJU/ SARUNG ITU. TAK PUAS DENGAN ITU, SEORANG PERNJILAT YANG HANYA MENGENAKAN CELANA DALAM, MEMBUKA CELANA DALAMNYA UNTUK DIJADIKAN PENYAMBUNG SUSUNAN KARPET ITU. MELIHAT ITU YANG LAINNYA IKUTAN MEMBUKA CELANA DALAMNYA UNTUK NYAMBUNGIN KARPET ITU. CUPAK SENANG DENGAN PELAYANAN ITU DAN MELINTASI KARPET ITU UNTUK MENYANTAP TANAH YANG TELAH DISEDIAKAN. LALU SAMBI MAKAN, CUPAK BERNYANYI. SEMUA IKUT BERNYANYI- GENJEK.
LAGU GENJEK:
Paduka Cupak adalah pahlawan,
Pahlawan sejati, penyelamat rakyat dari raksasa pemakan segala,
Pahlawan lahir satu kali, namanya Cupak
Tidak ada lagi pahlawan
Hanya Cupak pahlawan
Jadi mari kita hormati pahlawan Cupak,
serta semua keluarganya
hanya satu pahlawan, namanya Cupak
Pahlawan cuma satu, namanya Cupak
Mari berkorban untuk Cupak…

CUPAK SENANG. MENARI. MEMAKAN TANAH. MENGHAMBURKAN TANAH KE SELURUH TUBUH MEREKA YANG MENYANYI. LALU TIBA-TIBA CUPAK MEMEGANG PERUTNYA, SAKIT. NYANYIAN TERHENTI. SEMUA CEMAS.

PEJABAT:
Maaf seribu maaf..Paduka kenapa ?

CUPAK:
Mau eekk..!

PEJABAT:
Silahkan Paduka …

CUPAK LARI KE TANGGA. NUNGGING UNTUK BERAK.  SESEORANG MENGAMBIL KLOSET. CUPAK BERAK DI KLOSET. MEREKA BEREBUT MAKAN TAI-NYA CUPAK.

SESEORANG:
Enak…

YANG LAIN:
Dasar pejabat…tainya enak banget…!

YANG LAIN LAGI:
Bagi-bagi….
CUPAK SENANG MELIHAT MEREKA MAKAN TAI.
CUPAK:
Hei..aku mau eek lagi…sini !

SEMUA MEMASANG KLOSET KE PANTAT CUPAK. NAMUN..YANG KELUAR DARI ANUS CUPAK BUKAN TAI, TAPI SEMBURAN LUMPUR PANAS YANG MEMBASAHI TUBUH MEREKA…

SEMUA:
Aduh..lumpurrrrr….lumpur panas….

SEMUA MENANGIS TENGGELAM LUMPUR. SEORANG PEREMPUAN MENANGIS DALAM NYANYIAN..

PEREMPUAN TUA:
(lagu ) uduh Gusti…apa salah kami…
Hidup susah, susahhh.. rumah desa tenggelam lumpur panas..
Sampai kapan batas derita ini..
Mereka pesta, hidup mewah, kami disini hidup susah diguyur lumpur panasss….


CUPAK:
Ooo..ini gejala alam…..! Bukan salahkuuu..!

CUPAK MAKAN TANAH LAGI. LEBIH RAKUS. KEMUDIAN TENGGOROKANNYA TERCEKIK.
CUPAK:
Ada tulang tersangkut..!

CUPAK BUKA MULUT. SEMUA MERIKSA.

PEJABAT:
Tulang manusia..!
Cari tali dan pengait..keluarkan tulang itu agar Paduka Cupak selamat!

TALI BERISI PENGAIT DIDAPATKAN. DIMASUKAN KE MULUT CUPAK, DIPAKAI MENARIK TULANG MANUSIA YANG NYANGKUT DI TENGGOROKAN CUPAK. KETIKA PENGAIT DITARIK BERRAMAI-RAMAI, TULANG TENGKORANG MANUSIA ITU PUN KELUAR DARI MULUT CUPAK.
CUPAK LEGA.

MELIHAT TULANG ITU, SESEORANG MENANGIS.

SESEORANG:
Ini tulang jasad nenekku..yang nggak sempat aku aben..
Ampuni aku nek, nggak bisa berbakti, jaga kuburanmu..Nanti kalau aku dapat rejeki nomplok, menang lotre, kubuatin nenek kuburan di atas hotel atau istana biar nggak digusur..

TAPI CUPAK KEMBALI SAKIT PERUT.

PEJABAT
Ada lagi!!

TALI PENGAKIT KEMBALI DIMASUKAN KE MULUTNYA. SERTELAH TERKAIT. DITARIK RAMAI-RAMAI. KALI INI LEBIH BERAT. SEMUA NGURAS TENAGA. CUPAK MENGERANG. AKHIRNYA BENDA BERAT ITU TERTARIK DARI PERUT CUPAK. SEMUA TERKEJUT. YANG TERTARIK TERNYATA BUKAN TULANG TAPI BANGKAI MANUSIA PEREMPUAN.

SESEORANG:
Wah ini mayat yang baru kemarin dikubur..Masih basah…


CUPAK:
Tulang-tulang..mayat..??
Brengsek..tanah apa yang kalian haturkan ini ??

PEJABAT TAKUT. DIJAMBAK.

PEJABAT:
Maaf paduka..tanah-tanah habis..
Jadi kami haturkan tanah..tanah kuburan!!

CUPAK:
Anjing!!

PEJABAT:
Ampun Paduka!

CUPAK:
Tapi enak juga tanah kuburan! Cuma lain kali, bersihkan dulu..baru beri aku!! Untuk makan siang..beri aku tanah yang lebih enak..tanah perkotaan…

PEJABAT BINGUNG. LALU MANGGIL PETUGAS.

PEJABAT:
Nanti siang Paduka Cupak minta disediain tanah perkotaan !

PETUGAS:
Waduh dimana nyarinya pak ??
Dimana-mana orang udah pada protes karena tanahnya diambil..
Itu di Meruya..protesnya galak banget..

PEJABAT:
Perlu duit lagi ngomong!

PETUGAS:
Bukan masalah duit pak..Emang sulit cari tanah lagi..tanah negara, tanah  rakyat udah kita serahkan sama Cupak..habis dah Pak!

PEJABAT MENYOGOK PETUGAS.


PEJABAT:
Ini untuk jalan-jalan sama istri barumu ke luar negeri, ditambah kenaikan pangkat satu setengah kali..Cukup ?? Bisa siapain tanah nggak ?

PETUGAS:
Ooo, bisa pak,bisa, gampanglah…!

PEJABAT:
Tanah mana yang kamu haturkan untuk makan siang Cupak ?

PETUGAS:
Tanah di gedung DPR MPR..

PEJABAT:
Lho itu tanah wakil rakyat…

CUPAK:
Ya..ya..aku mau makan siangku tanah gedung DPR MPR..tak makan gedung-gedungnya!

PEJABAT:
Kalau tanah DPR MPR Paduka makan, nanti dimana wakil rakyat kita bersidang ??

CUPAK:
Daripada wakil rakyat ribut aja..lebih baik gua makan gedung dan tanahnya!!!

MASUK MAKELAR TANAH.

MAKELAR:
Paduka..saya bisa menyiapkan tanah-tanah lainnya..Ini samplenya..

MAKELAR MENGELUARKAN SAMPLE TANAH.
CUPAK MEMERIKSA DAN MENCICIPI.

MAKELAR:
Itu tanah pinggir pantai..Itu tanah perumahan penduduk..jadi agak bau dikit karena perumahan rumah kumuh..Tapi Paduka..komisi untuk saya jangan lupa..
CUPAK:
Soal uang, Cupak gampang !
BENDAHARA:
Gampang apa..kas Negara habis..
CUPAK:
Pinjam luar negeri…
BENDAHARA:
Hutang Negara udah segunung..siapa bayar ?
CUPAK:
Anak cucu..!

MAKELAR DAN CUPAK TERTAWA. LALU PERGI.
SESUDAH ITU SEMUA SEDIH, NYULING.

PEJABAT:
Dulu ketika Cupak membebaskan kita dari ancaman raksasa Menaru, Cupak hanya rakus makan nasi. Kita tak masalah menyediakan nasi seberapa pun rakusnya Cupak makan nasi. Kita malah ketawa-ketawa melihat Cupak takus makan nasi. Tapi kini Cupak setelah berkuasa, Cupak rakus makan tanah. Ini masalah.

PEMUDA:
Berapa banyak Cupak makan tanah sehari ?

PEJABAT:
 Cuma sepiring, dua piring..lalu meningkat semeter, dua meter, seare hingga sehektar!!

PEMUDA:
Waduh kalau sehari sehekatr, lalu setahun berapa Cupak makan tanah ??

SEORANG:
Kebetulan aku bawa kalkulator. Hitung ya.Sehari sehetar kali setahun..Waduh baterainya habis!

PEMUDA:
Pokoknya banyak!!!
Kalau dibiarkan Cupak makan tanah, tanah-tanah akan habis.
Lalu kita tinggal dimana ??

SEMUA NYULING SEDIH. BICARA DENGAN SULING.

PEMUDA:
Wahai Cupak..Atau siapa pun namamu!
Kami protes. Berhentilah makan tanah yang bukan hakmu!

SEMUA BANGKIT PROTES. TEMBAKAN MELEDAK. SEMUA JATUH, MENGGELEPAR. JATUH JADI MAYAT.
KEMUDIAN MAYAT YANG KELUAR DARI MULUT CUPAK MENGGELIAT. DIIKUTI OLEH MAYAT-MAYAT LAINNYA.
KAIN DITUBUH MAYAT DITARIK. KAIN YANG MELILIT MAYAT TERTARIK, PADA KAIN BERGAMBAR BERITA-BERITA KORAN, WAJAH ORANG-ORANG MENJERIT. KAIN MAYAT MELILIT MEREKA. MAYAT ITU TERUSUNG PERGI.

TIGA:
GALUH KELUAR DIIRINGI DAYANG. DATANG CUPAK DAN PEJABAT SERTA PETUGAS.

CUPAK:
Galuh..kapan kamu luluh menerima pinanganku ??

GALUH:
Sabarlah Paduka..saya belum siap menjadi istri Paduka..

CUPAK:
Apalagi yang kau tunggu Galuh ??

GALUH:
Gerantang..

CUPAK:
Gerantang adikku yang kamu tunggu ?
Gerantang itu sudah mati, mati  dalam jurang ketika kami bersama-sama berjuang membunuh raksasa yang menculikmu dan yang mengancam keamanan negeri ini!!!

GALUH:
Tidak..Saya yakin Gerantang masih hidup.dan Gerantanglah yang sebenarnya berhak atas diri hamba, karena Gerantanglah yang sesungguhnya berjasa membunuh rakasasa itu!!

CUPAK:
Galuhhh..kejamnya kamu memutar sejarah perjuanganku!!
Aku satu-satunya pahlawan di negeri ini! Aku yang menyelamatkan negeri ini !! Akulah yang membunuh raksasa Menaruu…

TIBA-TIBA KAKI BESAR MENGINJAK BUMI. SUARA DENGUSAN MENGGELEGAR DAN MENERJANG, CUPAK LARI KETAKUTAN, KEMUDIAN TANGAN RAKSASA MENARU MERENGKUH GALUH.


GALUH:
Tolonggg….

DATANG SEJUMLAH PASUKAN MENOLONG , TAPI TANGAN DAN KAKI RAKSASA MENGINJAKNYA MENENDANGNYA. SEMUA TEWAS. GALUH MENANGIS. WAJAH RAKSASA MENCUL DAN MENCIUMNYA. GALUH BERONTAK. RAKSASA MARAH, DAN SIAP MENELANNYA. MULUT RAKSASA TERBUKA LEBAR, DAN GALUH DITEPI BIBIR RAKSASA MENJERIT. GALUH PINGSAN. TAPI RAKSASA ITU MENELANNYA.
GALUH MASUK TERTELAN DALAM TUBUH-USUS RAKSASA MENARU.
USUS RAKSASA ITU DIPENUHI SAMPAH PERADABAN:KALENG-KALENG PLASTIK, KONDOM, TAS KRESEK, OLI, KURSI, KRAN, EMBER, MOTOR,ASAP HITAM, DERU MESIN.

DISSOLVE:
GERANTANG DAN CUPAK BERJALAN MEMASUKI NEGERI YANG SUNYI. TENGKORAK MANUSIA DIMANA-MANA. CUPAK MAKAN DAN MAKAN, SEDANG GERANTANG HANYA MELIHATNYA.
TIBA-TIBA TERDENGAR TANGIS GALUH.

GALUH:
 ( menyanyikan kesedihannya )
Dimana aku, hidup apa mati, sampah plastic, deru pabrik, asap hitam, benturan besi, sungai campur minyak.mengapa kumelihat hidup begini, tersesat dalam gelap dan bau..lebih baik aku mati…

GERANTANG MENCARI SUARA ITU

          DISSOLVE:
GERANTANG MASUK DALAM USUS RAKSASA ITU, MASUK DALAM SAMPAH PERADABAN. KETIKA GALUH AKAN BUNUH DIRI. GERANTANG MENCEGAH. TERDENGAR SUARA RAKASASA. LALU GALUH DAN GERANTANG TERSIRAM LIMBAH PABRIK.
GERANTANG MARAH, MENCABUT KERISNYA DAN MENUSUK USUS ITU. TERJADI GUNCANGAN HEBAT. USUS ROBEK. RAKSASA MATI. GERANTANG DAN GALUH BEBAS.


GALUH:

Siapa kamu

GERANTANG:
Saya Gerantang..

GALUH:
Terimakasih telah menyelamatkan saya dari kematian, dari siksa raksasa Menaru..
Saya  Galuh..Putri raja Kediri…

GERANTANG:
Saya tahu…saya dan kakak Cupak mengikuti sayembara menyelamatkan tuan putri..Mari kita pulang…silahkan tuan putri duluan memanjat tali itu, di atas kakaku Cupak menunggu..

GALUH MEMANJAT TALI. TAPI SESUDAH GALUH NAIK, TALI ITU DIPUTUS DARI ATAS.

GERANTANG:
Kakak Cupak…kenapa talinya putus ?

CUPAK TERTAWA. GERANTANG PANIK.

DISSLVE


CUPAK MARAH DAN MENARIK GALUH KASAR. BERMAKSUD MEMEPERKOSA GALUH. DAYANG DAN PELAYAN LAINNYA MELINDUNGI. GALUH DIANGKAT.


GALUH:
Lepaskan..Lepaskan!!!! Gerantanglah yang berhak atas semuanya ini!
Gerantanglah yang membunuh raksasa itu, bukan kamu Cupak!

CUPAK SEDIH. LALU MELEPASKAN GALUH PERGI. CUPAK NANGIS. PEJABAT DAN PETUGAS MENDEKAT. IKUT-IKUTAN NANGIS. KEMUDIAN CUPAK SADAR PERUTNYA LAPAR. LALU MENJAMBAK PEJABAT, SEDANG PEJABAT MENJAMBAK PETUGAS.

CUPAK:
Mana tanah yang kamu janjikan ???

PEJABAT:
(KEPADA PETUGAS) Mana tanah yang kamu janjikan ??

PETUGAS:
(MAUNYA MENJAMBAK BAWAANNYA . TAPI YANG ADA TANAH.MAKA IA PUN CUMA MUKUL DAN BICARA PADA TANAH)
Mana tanahnya, mana ????

ADEGAN TERUS BOLAK-BALIK GITU. SALING TARIK SEBAGAI CERMIN URUTAN BIROKRASI YANG SALING MENYALAHKAN, ATASAN NYALHAKAN BAWAHAN DAN BAWAHANNYA NYALAHKAN BAWAHANNYA BERIKUTNYA.

TIBA-TIBA TERDENGAR KERIBUTRAN.
MUNCUL ORANG-ORANG BERSARUNG WARNA-WARNI.

CUPAK:
Siapa mereka??

PEJABAT:
Mereka demonstran..Ada dari kalangan mahasiswa, LSM..ada..

CUPAK:
Ngapain demonstrasi ??


PEJABAT:
Mereka protes karena Paduka memakan tanah-tanah rakyat yang bukan hak tuan….

CUPAK:
Ambilkan senjataku!

PEJABAT DAN PETUGAS NGAMBIL SENJATA. BEDIL BESAR. CUPAK MENEMBAK. SEMUA MATI. TAPI SEMUA HIDUP LAGI. LALU MUNCULAH GERANTANG.

CUPAK:
Gerantang???
Kamu masih hidup adiku??
Kamukah yang mimpin demonstrasi ini ?
Sudahlah, apa maumu kuberikan! Mau tanah, ambil, mau jabatan kukasi!!
Apa maumu ??

GERANTANG:
Kami ingin berhenti menangis di negeri kami sendiri
Kami ingin berhenti menjerit di negeri kami sendiri


CUPAK TERTAWA. CUPAK NAIK TANGGA. DIRINGI MUSIK HINGAR BINGAR, MENGIKUTI TAWA CUPAK. TANGGA DILILIT BERITA ARTIS DAN HIBURAN. PERAGAWATI LENGGAK-LENGGOK. SEMUA DISKO. PENGEMIS MELINTAS. LAMPU WARNA-WARNI . SAYUP-SAYUP TERDENGAR PROTES: Kembalikan tanah miliku…! TAPI NGGAK ADA YANG DENGAR. SEMUA ASIK BERDISKO. CUPAK ONANI.
MEREKA MENGANGKAT GERANTANG. LALU GERANTANG DAN GALUH PELUKAN DI ATAS KURSI. NAMUN GALUH TERIAK KARENA GERANTANG TIBA-TIBA BERUBAH MENJADI CUPAK.
GERANTANG:
Rakyatku..aku lapar, siapkan tanah..!

RAKYAT YANG MENANGIS MELEMPAR GERANTANG YANG TELAH MENJADI CUPAK.


Singaraja 2000 – 2007 ditulis kembali.
Dipentaskan pertamakalinya pada Parade Cupak di Art Centre Denpasar 1-5 September 2000. Mohon yang mau mentaskan ngubungi penulisnya.
Email: psatriakusuma@yahoo.com










Tidak ada komentar:

Posting Komentar