naskah drama:
Putu Satria Kusuma
bagi mereka yang dipaksa pergi
dan yang ditinggalkan
pada 12 Oktober 2002
di kuta-badung-bali.
DUA ORANG DISEBUAH RUANG TUNGGU.
PESAWAT TELEVISI MENYIARKAN BERITA PENGEMBOMAN, MAYAT-MAYAT, RUMAH SAKIT, KESEDIHAN,PENGADILAN,KARANGAN BUNGA, DOA,SOLIDARITAS,DSB.
TAMPAK JUGA SEBUAH BAYANGAN PANJANG JATUH KE LANTAI HINGGA MERAYAP KE LAYAR BELAKANG.
MUNGKIN BAYANGAN ITU BAYANGAN MANUSIA YANG TENGAH BERJALAN, TAPI JUGA KADANG DIAM SEPERTI MENUNGGU. NAMA PELAKU DIPAKAI ANGKA 1,2 DAN 3- JADI TERSERAH ANDA MEMBERI NAMA.
1.Sudah lama disini ?
2.Mungkin.
1.Kamu tak bosan.
2.Aku mulai bosan.Lama menunggu, yang kutemukan hanya namaku dalam daftar.
1.Jalan-jalan ke kantor Polisi, pasti menghibur. Atau ke Pengadilan, siapa
tahu mereka sudah divonis.
2.Apa bedanya bagi kita ?Polisi menangkap karena tugas, pengadilan memvonis karena hukum. Ditangkap, dipenjara, divonis mati, tak membuat kita hidup lagi.
1.Aku ingin pulang.
2.Dimana rumahmu ?
1.Dulu dekat..Sekarang entahlah, mungkin didalam hati istriku dan anak-anakku.Kamu tak pulang ?
2.Pulang kemana ? Pulang ke warna kulitku, pulang ke bangsaku,ke negaraku,ke agamaku, ke sekat-sekat yang memisahkan aku dan kamu dan mereka.Aku dulu sudah melupakan punya alamat, punya rumah,punya agama,punya bangsa dan negara. . Kalaupun aku punya alamat itu hanya surat-surat, bukan diriku.Tapi kini mereka telah memaksaku untuk memiliki bangsa, negara,warna kulit dan agama.Yang paling mengerikan dari peristiwa ini aku dipaksa punya musuh!
1.Apa disini kita masih mempunyai itu ?
2.Mungkin juga.Mungkin juga aku akan pulang ke dalam hati keluargaku saja. Itupun kalau mereka masih memberi sisa ruang.
1. Pulang yuk!
2.Aku mau jalan-jalan. Lihatlah matahari sudah tenggelam di Kute.Kudengar musiknya, memanggilku.Mengapa pelayan tak datang ?Aku ingat, aku belum sempat bayar minuman !
1.Jangan khawatir kasir pasti akan menagih!
2.Kulihat kamu masih sedih.
1.Kamu tidak ?
2.Sama.Aku sedih karena aku ingin hidup lagi, berada ditengah keluargaku, liburan,minum,ke diskotik lalu bekerja keras dan sesekali bertengkar. Itu indah sekali.
1.Aku juga ingin hidup lagi.Mencumbui istriku, mengelus anak-anakku.Duduk di Bale Banjar, menyame braye.Itu membahagiakan sekali.Aneh baru sekarang hal – hal kecil itu kubutuhkan sekali. Dulu semuanya hanya rutin.
2.Ya, dulu semuanya menjadi rutin.Basa basi. Bukan hal yang istimewa.Kini siapa yang memberi semuanya itu lagi ?Kita membutuhkan sekali.
1.Semua yang masih hidup dan sehat pikirannya pasti sedih.Aku tak tahu menahu soal politik, ideologi, permusuhan global, tapi ikut menjadi korban.
2.Sudah kubilang aku telah melupakan sekat-sekat yang namanya ideologi,negara.Tapi tetap saja dijadikan umpan untuk menegaskan permusuhan. Hanya manusia pengecut yang bisa melakukan ini! Ya, mereka itu pengecut dan bodoh!
1.Barangkali semua orang Bali malu, kalian kami undang kemari mengunjungi pulauku , keindahanku, tetapi kami gagal menjagamu.Aku malu sekali.
2.Aku ingin hidup lagi,meskipun kembali memasuki sekat-sekat lama.
1.Kalau Tuhan mendengar keinginanmu, katanya kita bisa dilahirkan lagi.
2.Siapa calon ibuku ?Apa warna kulitnya sama, dari bangsa sama,negara sama,agama sama ?
1.Kukira kita harus minum.Terlalu banyak bicara,tak punya jawaban.
2.Itulah.Kubilang aku perlu minum.Ambilkan minuman!
1.Minuman yang lalu belum kau bayar!
2.Nanti kubayar lunas!
TERDENGAR BUNYI GONG ANGKLUNG
1.Mereka memangggilku.Aku harus pulang ?
2.Kamu mau pulang ,tahu jalan pulang ?
1.Suara gong Angklung itu !
2.Selalu datang suara gong Angklung berkali-kali dari semua arah. Suara yang mana kamu pilih?
TERDENGAR SUARA TANGIS
2.Itu juga jalan pulang. Tapi aku lupa suara tangis keluargaku.
TERDENGAR SUARA UPACARA PECARUAN .
TERDENGAR NYANYIAN DI GEREJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN .
1.Tanganku,kepalaku apa sudah ditemukan,sudah disambung?
2.Semuanya akan jadi abu,apa perlunya.
1.Mereka akan menziari jasad yang tak lengkap.Semoga ini yang terakhir.Aku duluan pulang ya ?
2.Aku mungkin tak bisa pulang. Tak ada pesawat kosong untukkku!
1.Sudahlah masuki saja pesawat yang ada.
2.Itu hanya untuk cabikan tubuhku. Bukan untukku!
1.Masuki saja.Duduklah pada kursi yang tersedia.
2.Semua pesawat penuh. Tak ada uang untuk beli tiket!Minuman saja belum bayar!
1.Bersamaku saja.
2.Dewamu bisa menerimaku ?
1.Dewaku lebih ramah dari manusia Bali.
2.Aku takut tak bisa menjadi tamu bagi Dewamu. Aku suka protes. Tuhanku pernah kutentang!
1.Semasih punya otak, Tuhan mengijinkan manusia mendebat.Ayo bersamaku!Dewakupun tak marah kalau didebat.
2.Aku disini saja, sampai ada pesawat kosong.
1.Semua sudah pulang, semua sudah pergi.Tinggal kita saja di ruang tunggu ini.
BAYANGAN ITU MEMBESAR,BERGERAK MENARI, MENCIPTAKAN IMAJI RELIGIUS, KADANG MENJADI SALIB, CAKRA, WAYANG-WAYANG BERWUJUD DEWA, BUNDA MARIA, DSB. MENUTUPI DUA ORANG ITU. DILAYAR KADANG MUNCUL GAMBAR KERETA API DENGAN PENUMPANG YANG SARAT.INSERT: WAJAH PENUMPANG DINGIN.
2.Apakah aku akan Kau lahirkan lagi ? Terserah mau-MU.
SUARA UPACARA MENINGKAT, RAMAI. SILIH BERGANTI DENGAN NYANYIAN SEDIH DARI GEREJA, BERGANTI DENGAN NYANYIAN PENGANTAR MAYAT ORANG MUSLIM.SEMUA SUARA ITU BERULANG-ULANG.
DAN BAYANGAN ITU MENGAMBIL DUA ORANG ITU. SAYAUP-SAYUP SUARA KERETA API MENJAUH.
RUANG TUNGGU KOSONG. HANYA TELEVISI YANG MASIH MENYIARKAN BERITA PENGEBOMAN.
SESEORANG MUNCUL MENYAPU RUANGAN , LALU MEMATIKAN TELEVISI DAN LAMPU.
3.Yang tertusuk padamu, berdarah padaku,yang tertusuk padamu ,berdarah padaku,yang tertusuk padamu berdarah padaku….(cukilan puisi Sutarji)
TERUS DIKEMBANGKAN....
@ 2002-2003,Banyuning- Singaraja.
Siapa mementaskan mohon kontak email: psatriakusuma@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar